Penyebab Keputihan Yang Harus Diketahui - Seputar Informasi Wanita Indonesia

Sabtu, 27 April 2019

Penyebab Keputihan Yang Harus Diketahui

Penyebab Keputihan Yang Harus Diketahui

Penyebab Keputihan Yang Harus Diketahui

InfoWanita.Net - Setiap wanita pasti pernah mengalami keputihan dalam hidupnya. Meski keputihan adalah hal yang normal, namun kondisi ini  mungkin sering membuat Anda merasa tidak nyaman dan resah. Apalagi jika cairan keputihan Anda cukup banyak sehingga mengganggu aktivitas. Lantas, bagaimana cara mengatasi keputihan? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.
 

Apa penyebab keputihan?

Untuk mengetahui cara mengatasi keputihan wanita, Anda harus tahu dulu  penyebabnya. Pada dasarnya, keputihan yang berwarna putih itu normal dan bisa terjadi tiap bulan dan bisa muncul teratur.

Keputihan yang normal menandakan fungsi tubuh yang sehat. Keputihan juga bisa menjadi cara bahwa tubuh Anda sedang membersihkan dan melindungi vagina Anda. selain itu fungsi keputihan normal yang keluar bisa menandakan adanya  gairah seksual dan masa ovulasi meningkat. Habis melakukan olahraga berat, sedang menggunakan pil KB, dan sedang mengalami stres emosional juga dapat menyebabkan keluarnya cairan keputihan.

Namun, ada beberapa jenis keputihan yang dapat menandakan adanya infeksi dan masalah pada organ kewanitaan Ada. Selain itu, normal atau tidaknya keputihan juga bisa ditentukan dari warna, tekstur, dan bau keputihan yang keluar.

Berikut beberapa penyebab keputihan yang harus diwaspadai dan diperiksakan ke dokter:


1. Bakteri vaginosis
Vaginosis adalah infeksi bakteri yang cukup umum menyerang organ kelamin wanita. Bakteri ini dapat menyebabkan keputihan jadi banyak, memiliki bau yang tidak enak,  dan kadang-kadang dalam beberapa kasus tidak menimbulkan gejala. Wanita yang kerap berganti pasangan seksual dan tidak menggunakan alat pengalaman seperti kondom, berisiko  tinggi tertular infeksi bakteri vaginosis ini.
 

2. Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah jenis infeksi vagina yang bisa menyebabkan keluarnya keputihan. Trikomoniasis umumnya disebabkan oleh protozoa atau organisme bersel tunggal. Infeksi vagina ini menyebar melalui hubungan seksual.

Selain dari hubungan seksual, infeksi yang gejalanya keputihan ini juga dapat disebabkan karena wanita berbagi handuk atau pakaian dalam yang mengandung protozoa penyebab trikomoniasis.

Infeksi vagina ini menghasilkan keputihan yang berwarna kuning atau hijau dan aromanya  memiliki bau busuk. Selain warnanya kuning atau hijau, trikomoniasis juga bisa menyebabkan vagina nyeri meradang dan gatal. Namun beberapa wanita malah kadang tidak merasakan gejala apapun.
 

3. Infeksi ragi
Infeksi ragi adalah infeksi jamur yang menghasilkan cairan keputihan yang warna dan teksturnya seperti seperti keju cottage. Selain itu, infeksi vagina karena ragi ini juga menyebabkan gejala gatal dan rasa panas terbakar pada vagina.

Pada dasarnya, ragi di vagina ini normal apabila jumlahnya tepat, tidak terlalu banyak. Akan tetapi, pertumbuhan ragi yang berlebih bisa menjadi infeksi. Nantinya dokter juga akan memberikan cara mengatasi keputihan tergantung dari penyebab infeksi ragi berikut ini:

  1. Anda mengalami stres 
  2. Anda mengalami diabetes 
  3. Anda sedang menggunakan pil KB 
  4. Anda sedang hamil 
  5. Sedang menggunakan obat antibiotik, terutama digunakan dalam waktu 10 hari

4. Gonore dan klamidia
Gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebarkan lewat hubungan seksual yang tidak aman, tidak pakai kondom. Infeksi ini dapat menghasilkan keputihan yang tidak normal. Keputihan yang keluar seringnya berwarna kuning, kehijauan, atau bahkan berwarna abu-abu.
 

5. Penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi yang sering menyebar melalui hubungan seksual yang tidak pakai pengaman. Penyakit ini  terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya. Ini dapat menghasilkan keluar keputihan banyak dan baunya tidak enak.
 

6. Human papillomavirus (HPV) atau kanker serviksInfeksi human papillomavirus (HPV) dapat disebarkan lewat hubungan seksual yang tidak aman. Parahnya, infeksi human papillomavirus ini dapat menyebabkan kanker serviks. Meskipun infeksi HPV ini awalnya mungkin tidak menimbulkan gejala, kanker jenis ini dapat menghasilkan keputihan yang warnanya kemerahan seperti berdarah, coklat, atau keluar dengan bau yang tidak sedap. Kanker serviks dapat dengan mudah diskrining dengan tes  Pap smear tahunan dan atau tes HPV.
 Warna keputihan punya penyebab yang berbeda
Meski keputihan terbilang kondisi normal, namun keputihan yang terjadi secara tidak wajar bisa jadi indikasi dari kondisi medis tertentu. Biasanya keputihan yang abnormal disebabkan karena infeksi bakteri, jamur atau parasit.

Keputihan yang abnormal ditandai dengan timbul bau yang menyengat, gatal dan kemerahan di area vagina, tekstur cairan lebih lengket, berwarna kekuning-kuningan atau kehijau-hijauan, muncul bercak kecoklatan atau kemerahan di luar masa menstruasi, serta menimbulkan rasa nyeri atau gatal.

Jika Anda mengalami salah satu tanda yang sudah disebutkan tadi, segera periksakan diri ke dokter. Sebelum beranjak ke bagaimana cara mengatasi keputihan, berikut adalah kondisi keputihan yang normal atau tidak normal:
 

Warnanya putih
Keputihan yang teksturnya cair dan sedikit bening pada umumnya akan muncul di awal atau akhir masa menstruasi bulanan Anda. Keputihan jenis bening dan cair ini sifatnya normal.

Namun perlu diperhatikan, jika keputihan disertai dengan rasa gatal dan memiliki warna dan teksturnya seperti parutan keju, ini bisa menjadi tanda adanya infeksi ragi, Apabila keputihan yang Anda alami terasa gatal dan berbau, silakan periksa ke dokter untuk perawatan lebih lanjut.
 

Cair dan bening
Keputihan dengan ciri berwarna bening dan cair merupakan hal yang normal. Ini bisa terjadi kapan saja, tidak harus sebelum atau sesudah menstruasi. Terkadang keputihan jenis ini bisa muncul banyak setelah wanita berolahraga.
Bening dan agak lengket

Ketika keputihan keluarnya bening dan lengket, mirip seperti lendir, kemungkinan menunjukkan bahwa Anda  sedang berovulasi. Ini adalah jenis keputihan yang normal. Keputihan jenis ini biasanya akan berhenti keluar ketika masa ovulasi Anda sudah selesai.


Coklat atau kemerahanBercak coklat atau adanya campuran darah pada keputihan Anda umumnya terbilang normal. Biasanya keputihan jenis ini, akan ada saat atau setelah Anda menstruasi.

Biasanya keputihan yang muncul setelah haid berwarna coklat, bukan kemerahan. Jika warnanya kemerahan dan keluarnya tidak terlalu banyak, ini bisa dinamakan bercak.

Bercak kemerahan yang keluar dari vagina di luar masa haid, bisa menjadi tanda hamil. Selain itu, ada kemungkinan juga bercak kemerahan yang keluar dari vagina di awal usia kehamilan bisa menjadi tanda keguguran. Segera periksa ke dokter jika menemukan bercak merah yang bukan menstruasi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, keputihan yang dibarengi dengan adanya darah merah atau coklat bisa menjadi tanda kanker endometrium atau serviks. Selain itu, ada jutga risiko  masalah organ reproduksi lain seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal di dalam rahim lainnya.

Untuk mendeteksi masalah kewanitaan dan mencegah adanya penyakit, para wanita dianjurkan untuk cek panggul dan cek pap smear tahunan. Dokter kandungan Anda akan memberitahu cara mengatasi keputihan sembari memeriksa kelainan serviks selama tes berlangsung.


Kuning atau hijau
Keputihan vagina yang keluar berwarna kuning atau hijau, teskturnya kental, banyak, dan disertai bau yang tidak enak, merupakan keputihan yang tidak normal. Jenis keputihan ini kemungkinan disebabkan karena adanya infeksi trikomoniasis. Ini biasanya menyebar melalui hubungan seksual.


Sumber: https://hellosehat.com

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Seputar Informasi Wanita Indonesia | All Right Reserved