Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Keputihan..? Begini Caranya... - Seputar Informasi Wanita Indonesia

Sabtu, 27 April 2019

Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Keputihan..? Begini Caranya...

Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Keputihan..? Begini Caranya...

Bagaimana cara dokter mendiagnosis keputihan?
InfoWanita.Net - Diagnosis bisa menentukan cara mengatasi keputihan yang tepat. Saat periksa dan konsultasi ke dokter, nantinya Anda akan ditanyakan berbagai macam pertanyaan untuk membantu menentukan penyebab keputihan.

Kemungkinan pertama, dokter akan menanyakan tentang obat yang Anda gunakan, termasuk obat antibiotik. Dokter juga akan menanyakan tentang aktivitas dan pasangan seksual Anda, ada atau tidaknya gejala menopause, dan gejala diabetes. Dokter juga akan menanyakan tentang kondisi kesehatan dan gaya hidup Anda.

Setelah ditanya tentang riwayat kesehatan Anda, beberapa dokter akan menganjurkan pemeriksaan panggul sebagai cara mengatasi keputihan. Pada pemeriksaan panggul ini, dokter kandungan akan menggunakan alat yang disebut spekulum untuk melihat serviks secara langsung.

Selama pemeriksaan panggul, dokter akan mengambil sampel cairan keputihan untuk  diuji di laboratorium. Nantinya cairan keputihan akan dilihat di bawah mikroskop oleh petugas laboratorium. Uji sampel keputihan ini dilakukan untuk mendiagnosis apakah keputihan disebabkan karena infeksi ragi, bakteri vaginosis atau infeksi trikomoniasis

Bagaimana cara mengatasi keputihan dengan periksa ke dokter?
Dengan obat antibiotik
Minum obat antibiotik yang diresepkan dokter bisa menjadi cara mengatasi keputihan. Antibiotik biasanya diresepkan apabila diagnosis infeksi bakteri. Dokter umumnya akan meresepkan satu dosis antibiotik yang harus diminum rutin.

Selain itu, pada kasus cara mengatasi keputihan yang berbeda, dokter juga bisa meresepkan obat antibiotik oles seperti krim atau gel oles ke vagina. Obat antibiotik oleh ini bisa diberikan apabila Anda kondisi yang membuat Anda sulit minum obat antibiotik oral. Terkadang, pemakaian obat antibiotik oles di vagina dapat digunakan pasien wanita dengan kondisi vagina yang meradang atau nyeri terbakar.

Di lain kasus, apabila dokter mendiagnosis keputihan Anda disebabkan karena bakteri vaginosis atau trikomoniasis, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik yang disebut metronidazole (Flagyl).

Sedangkan jika dokter mencurigai Anda memiliki penyakit menular seksual berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik, Anda mungkin diberikan antibiotik melalui suntikan dan melalui mulut.
 

Dengan obat antijamur
Keputihan pada vagina juga bisa disebabkan oleh jamur. Nah, sebagai cara mengatasi keputihan akibat jamur di vagina ini, Anda dapat diresepkan dokter obat antijamur.

Apabila mengalami infeksi jamur di vagina berulang, Anda dapat menggunakan krim antijamur bebas tanpa resep dokter. Jika gejala Anda tidak membaik, temui dokter Anda untuk pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan mengubah rencana perawatan.
 

Perawatan lain

Pada kasus keputihan akibat vaginitis atrofi, ini bisa terjadi dan berkembang karena adanya perubahan pada hormon wanita. Contoh, perubahan hormon dapat terjadi selama wanita di masa-masa hamil, ibu sedang menyusui, atau saat  wanita sedang menggunakan jenis kontrasepsi hormonal tertentu. Umumnya kasus vagina atrofis yang menyebabkan keputihan disebabkan karena wanita mengalami menopause.

Apabila kondisi ini disebabkan karena menopause, dokter akan menganjurkan cara mengatasi  keputihan dengan terapi hormon. Terapi hormon untuk wanita menggunakan terapi hormon estrogen yang dapat diminum atau  perawatan langsung ke vagina.

Terapi hormon yang diberikan langsung ke vagina biasanya tidak seefektif terapi hormon yang diminum. Untuk kasus menopause ringan, menggunakan pelumas vagina dengan bahan dasar air mungkin bisa menjadi cara mengatasi keputihan.

Jangan lupa juga katakan pada dokter apabila Anda sedang menggunakan kontrasepsi hormonal. Bila kontrasepsi hormonal tersebut menyebabkan gejala keputihan, dokter akan menyarankan kontrasepsi lain yang lebih aman untuk kondisi kesehatan Anda.

Jika Anda mengalami keputihan yang normal, umumnya pasangan Anda tidak perlu ikut melakukan perawatan. Namun bila keputihan ini disebabkan karena penyakit menular seksual seperti gonore atau klamidia, Anda berdua harus melakukan perawatan hingga sembuh total.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Seputar Informasi Wanita Indonesia | All Right Reserved